Bandar Lampung – Praktik pungli kembali marak di lingkungan Rumah Tahanan (Rutan) .
Kali ini yang menjadi sorotan adalah Lembaga Pemasyarakatan Rumah Tahanan (Rutan) Kelas I Bandar Lampung , Provinsi Lampung.
“Dugaan Pungli tersebut mencuat dari salah satu keluarga warga binaan inisial IP yang tersandung kasus Narkotika warga Pesawaran yang berada di dalam Rutan Kelas I Bandar Lampung sendiri,yang membeberkan terkait banyaknya pembayaran dugaan pungli dalam satu Minggu nya yang disinyalir adanya setoran ke petugas Rutan .
Seperti yang dijelaskan oleh warga Pesawaran inisial JK bahwa penarikan dugaan pungli di Rutan Kelas I Bandar Lampung tersebut dilakukan setiap satu hari dan perminggu hingga perbulan sekali yang bersifatnya wajib.
“Dirinya membeberkan,adanya pungutan setiap harinya sebesar Rp 10 Ribu bagi WBP yang ingin keluar kamar dalih untuk membuka pintu sel dan untuk pungutan mingguan sebesar Rp 50 Ribu untuk pungutan pembayaran air jika tidak membayar tidak diperbolehkan mengunakan air hingga pungutan per bulanya mencapai hingga Rp 3 juta sampai 5 juta bagi warga binaan yang mengunakan Henphone.ucapnya kepada wartawan (6/7/2025)
Tidak hanya itu pungutan liar (pungli) di dalam Rutan Kelas I Bandar Lampung di perlakukan juga bagi warga binaan pemasyarakatan (WBP) usai mendapat kunjungan besukan keluarga dimintai pungutan sebesar Rp 50 ribu .tambahnya
“Parahnya ia menjelaskan adanya oknum petugas yang belum diketahui jelas namanya didalam lingkup Petugas Rutan Kelas I Bandar Lampung mencari keuntungan pundi – pundi rupiah dengan berani menawarkan kepada sejumlah Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) yang ingin membeli Henphone dan menerangkan biaya yang di keluarkan dalam satu bulanya jika mengunakan Henphone di Rutan Kelas I Bandar Lampung.
“Didalam Rutan sana masih banyak napi napi yang pegang HP ada yang untuk kerja kayak gitu lah ada yang pada untuk modus jadi polisi ada yang nganuin narkoba juga ,orang napi nya aja ditawarin kalo mau beli hp harganya segini tapi perbulannya segini tapi saya tidak tau pegawainya siapa nama nya ,saya gak pernah tanya nama oknum pegawainya.tutupnya kepada wartawan .
Sementara saat dikonfirmasi wartawan kepala Rutan Kelas I Bandar Lampung ,Azhar jelaskan “terima kasih atas atensinya, akan kami kroscek dilapangan terkait kebebaran isu tsb.singkatnya kepada media melalui via pesan WhatsApp .(Riski)





