Binus University Berkolaborasi dengan Kepala SMA Hadapi Tantangan Dunia Pendidikan Lewat Program School Executive Excursion

Rektor Binus University Prof. Harjanto Prabowo dalam pemaparannya pada program School Executive Excursion (SEE) 2023 yang diadakan di Hong Kong, 15-19 Juli 2023. (Liputan6.com/Benedikta Miranti)

Liputan6.com, Hong Kong – Guru merupakan kunci dari sistem pendidikan yang berkualitas dan efektif. Karena itu, Binus University mengajak para pendidik dari Sekolah Menengah Atas (SMA) negeri dan swasta di seluruh Indonesia berkolaborasi memajukan pendidikan Tanah Air melalui Program School Executive Excursion (SEE).

Program SEE 2023 melibatkan 76 pendidik dan digelar di Hong Kong pada 15-19 Juli. Lebih dari setengah peserta adalah kepala sekolah yang telah malang melintang di dunia pendidikan selama lebih dari 20 tahun. Mereka diajak untuk belajar, berbagi pengalaman, dan mencari solusi atas berbagai tantangan dalam dunia pendidikan.

“Harapannya, mereka jadi punya semangat berinovasi, bertransformasi, dan beradaptasi,” ujar Rektor Binus University Prof. Harjanto Prabowo atau sering disapa Prof. Har dalam sesi sharing knowledge yang berlangsung di Dorsett Tsuen Wan, Hong Kong, Senin (17/7/2023).

Associate Director Marketing BINUS Higher Education Fransiskus Asisi (Frans) menambahkan bahwa Program SEE adalah upaya take and give.

“Kita (Binus University) tidak mau hanya menerima begitu saja siswa-siswa dari sekolah tersebut, tapi kita juga mau take and give ke sekolah-sekolah tersebut. Salah satunya lewat Program SEE,” ujarnya kepada Liputan6.com, Senin (17/7/2023).

Banyak peserta Program SEE 2023 mengaku menghadapi sejumlah tantangan, termasuk kualitas sumber daya manusia (SDM), kebijakan pemerintah yang berubah-ubah, persaingan antar sekolah yang semakin ketat hingga adaptasi dengan teknologi, yang pastinya semakin berkembang. Terkait teknologi, Prof. Har menekankan bahwa para pendidik wajib melek teknologi.

“Misalnya, saya di Binus itu ada ribuan mahasiswa dan ternyata kita bisa cek hasil tugas dan ujiannya pakai ChatGPT. Ini kan bikin kita harus sangat mengikuti perkembangan teknologi,” kata Prof. Har.

Sebagai pimpinan, sebut Prof. Har, para peserta SEE 2023 harus mampu mengidentifikasi kekuatan, kelemahan, dan ancaman yang dihadapi sekolahnya. Langkah tersebut penting agar dapat mengatasi berbagai tantangan dengan strategi.

“Para kepala sekolah harus bisa mengatasi kelemahan dengan memanfaatkan kekuatan dan menghindari ancaman. Misalnya, mengatasi SDM yang kurang berkualitas dengan cara memanfaatkan teknologi,” ungkap Prof. Har.

https://www.liputan6.com/global/read/5346548/binus-university-berkolaborasi-dengan-kepala-sma-hadapi-tantangan-dunia-pendidikan-lewat-program-school-executive-excursion#google_vignette

Related posts
Tutup
Tutup