Terkait Dugaan SPBU 24.351.37 Dugaan Penyalahgunaan BBM di SPBU , Menajemen Klarifikasi 

 

BandarLampung(detiknews-id) – Manajemen SPBU Nomor 24.351.37 di jl.P.Emir Moh.Noer Durian Payung Tanjung Karang Pusat menyebut sudah menjalankan prosedur dalam melayani pembeli Bahan Bakar Minyak (BBM) di SPBU setempat.

Hal itu, diungkapkan staf administrasi SPBU Aris kepada beberapa awak media saat berkunjung di beberapa kantor media , menanggapi isu pengecoran BBM di pom bensin tersebut, Kamis (17/8/2023) Sore.

“Kalau soal itu tidak benar (pengecoran BBM). Karena kita sudah sesuai prosedur, kayak SOP operator yang harus mengisi sekian liter terus ada batas pengisian berapa dan ada barcode juga, semua sudah sesuai prosedur dari bos juga (pengelola),” terang Aris 

Aris melanjutkan, SPBU itu terbuka dalam melayani pembelian BBM untuk semua jenis kendaraan.

“Semua kendaraan mas ya kayak , dump truk ,selain Fuso  gitu, motor juga iya semuanya masuk. Karena kita semua ada, Bio Solar ada, Pertalite ada, Pertamax ada,” sambungnya.

Aris  juga menyebutkan, ada prosedur terkait pembatasan pembelian BBM untuk kendaraan besar sejenis truk.

“Maksimal itu 200 liter sebetulnya, cuma biasanya itu untuk kendaraan Fuso ya. Walaupun ada maksimal segitu tapi kita mau mendekati 150 liter kita nggak berani, jadi kalau bisa dibawah segitu jadi ada batasannya,” tegas Aris 

Tiara menambahkan, bagi petugas SPBU yang nakal dalam melayani pembelian BBM sudah disiapkan sanksi oleh pihak manajemen.

“Pastinya ada (sanksi). Salah satunya pemecatan dari atasan kita, sama tindakan ke yang berwajib (lapor ke polisi,” cetusnya.

Untuk pelayanan pembelian BBM jenis Pertalite dan Solar, Aris  menjelaskan, baru memberlakukan menggunakan barcode untuk pembelian jenis Solar.

“Ya kalau untuk sekarang Pertalite kita belum wajib menggunakan barcode, jadi mereka bisa mengisi tanpa barcode karena belum diwajibkan. Tapi kalau Solar semua harus ada barcode, kita nggak bisa nginput plat lagi jadi sesuai mereka punya barcode atau nggaknya,” urai Aris 

“Terkait adanya isu awak media memberitakan adanya dugaan pengecoran ,Aris membatah adanya aktivitas pengecoran ,kita hanya melakukan pengisian sesuai barcode koata kendaraan adapun mobil tersebut telah dimodifikasi atau tidak kami tidak mengetahui asal mereka membeli mengunakan barcode dan sesuai kendaraan kami isi dan sudah kami cek cctv SPBU beberapa kendaraan yang di tuduhkan hanya satu kali pengisian di SPBU pada saat itu tutupnya.(Merah)

Related posts
Tutup
Tutup