Warga Kampung Pisang Indah Keluhkan Bau Tidak Sedap Diduga Akibat Limbah Karet : Ini Sangsi Membuang Limah Sembarangan !!

 

Way Kanan (detiknews.id) – Warga di Kampung Pisang indah ,kecamatan Bumi Agung , way kanan Provinsi Lampung, mengeluhkan bau limbah pengolahan getah karet yang mencemari lingkungan sekitar yang diduga akibat lapak karet yang membuang limbah ke aliran siring Desa.

Warga setempat, , mendesak Badan Perizinan Terpadu melalui tim kecamatan segera menindak atau melakukan penutupan lapak-lapak nakal yang membuang limbah pengolahan getah karet ke bantaran aliran siring induk desa di kecamatan Bumi Agung ,Kabupaten Way Kanan.

Maraknya lapak (usaha pengolahan getah karet) diduga tak berizin yang berada di Kecamatan Bumi agung itu menjadi salah satu pemicu tercemar air yang mengalir di beberapa siring bantaran desa hingga ke aliran sungai di Bumi Agung .

“Selain menimbulkan bau tak sedap, lapak karet diduga belum mengantongi izin ini.milik salah satu warga kampung.pisang indah. Kecamatan bumi agung Diduga tidak memiliki kolam penampungan limbah, sehingga limbah karet tersebut membanjiri area aliran siring warga sekitar dan menimbulkan bau tak sedap dan diduga belum memiliki izin dari instansi berwenang setempat .

KSN.JRM.RYN.warga RT2.dusun1. menjelaskan kepada beberapa awak media bahwa lapak pengolahan getah karet milik Warsito sudah berjalan cukup lama bahkan bukan 1atau 2 Tahun .

Selama ini kami khususnya warga yang tidak jauh dari lokasi sangat terganggu mas apalagi aliran limbahnya mengalir pas didepan rumah mas , pastinya sangat menggangu sekali dan berdampak pada kesehatan juga mas.

Lanjutnya , akibat limbah karet tersebut pasti menimbulkan polusi udara yang tidak sehat karena aromanya .kami warga sampai saat ini belum pernah menanyakan ijin atau tempat penampungan limbahnya mas karena males ribut dengan tetangga .ungkapnya kepada awak media .(26/7/2023)

“Sementara. KSN.JRM.RYN.dan masyarkat dusun 1.menyatakn beroperasi sudah lama namun Diduga belum ada ijin entah kalau dari kampung ada apa gak. maka dari itu kami selaku masyarakat kampung pisang indah.kusus nya RT2. DUSUN1.memeinta.agar dinas terkait.dan kepala kampung suarso dan camat bumi agung dapat turun langsung untuk melihat limbah tersebut.

“Pengamat kebijakan Publik tentang Limbah Universitas Lampung. utarakan , bila warga sembarangan membuang limbah , karena bila limbah yang dihasilkan dengan sengaja dibuang, serta berpotensi mencemari lingkungan, mereka akan terjerat sanksi berat sesuai UU No. 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.
”Undang-undang ini mengatur semua prihal tentang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup. Untuk menumbuhkan efek jera bagi para penghasil limbah yang tidak bisa mengolah limbahnya dengan baik, mereka akan diberikan sanksi berat,” jelas Dedy Hermawan

Dalam Undang-undang tersebut diatur setiap orang yang dengan sengaja melakukan perbuatan yang mengakibatkan dilampauinya baku mutu udara, baku mutu air, dan baku mutu air laut atau kriteria baku kerusakan lingkungan hidup, dipidana dengan pidana penjara paling singkat tiga tahun dan paling lama 10 tahun. ”Dendanya sedikit Rp 3 miliar, paling banyak Rp 10 miliar,” ujarnya.

Namun, bila mengakibatkan orang luka dan atau membahayakan kesehatan manusia, dipidana paling singkat 4 tahun dan paling lama 12 tahun. Dendanya minimal Rp 4 miliar dan maksimal Rp 12 miliar. Yang paling berat, jika limbah itu menyebabkan kematian. Ancaman pidananya minimal 5 tahun dan maksimal 15 tahun. Sedangkan dendanya minimal Rp 5 miliar dan maksimal Rp 15 miliar.tutup Dedy Hermawan kepada detiknews.id melalui via WhatsApp (28/7/2023).(Heriansyah )

Related posts
Tutup
Tutup