Mafia BBM Oplosan Gunakan Tengki Resmi Pertamina Diduga Suplai SPBU  Wilayah Sidomulyo 

 
 
Lampung Selatan(detiknews-id) – Mafia BBM oplosan gunakan Tengki resmi Pertamina diduga suplai ke beberapa SPBU di wilayah Lampung salah satunya yang diduga SPBU yang berada di Desa Sidomulyo Kecamatan Sidomulyo Lampung Selatan diduga bermain curang dengan mengoplos bbm dengan minyak mentah asal Palembang .
 
“Dikutip dari pemberitaan media Pena Garuda diduga Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) 24.354.124 yang berada di Desa Sidomulyo, Kecamatan Sidomulyo, Kabupaten Lampung Selatan (Lamsel),  telah melakukan kejahatan pengoplosan Bahan Bakar Minyak (BBM).
 
Dijelaskan dugaan pelanggaran pengoplosan dengan menggunakan bahan minyak mentah itu dilakukan SPBU Sidomulyo sejak 4 tahun lalu, yakni sejak sekitar tahun 2019.

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari narasumber terpercaya, aksi pengoplosan BBM dilakukan oleh beberapa oknum terhadap BBM jenis premium/pertalite, pertamax dan solar. Kecuali pada jenis Bio solar yang dijual murni tanpa dioplos.

Sumber yang namanya enggan dipublikasikan ini juga membeberkan, bahwa kegiatan pengoplosan dilakukan pada siang dan malam hari, melalui penyimpanan tangki di bawah tanah.

“BBM dioplos dengan bahan minyak mentah. Mereka mengoplos BBM dengan menggunakan mobil tanki yang langsung dimasukkan ke dalam tangki penampungan bawah tanah. Terkadang, pengoplosan juga dilakukan dengan menggunakan puluhan dirigen berukuran 40 liter yang dicurahkan ke dalam tangki penampungan,” Ujarnya kepada wartawan di sekitaran Kecamatan Sidomulyo, Senin (7/8/2023).

Pekerjaan sejenis usaha ilegal ini dampaknya sangat merugikan setiap orang penggunanya karena minyak kendaraan hasil oplosan tersebut dapat menimbulkan kerusakan pada mesin kendaraan sebab oktan pada BBM campuran minyak mentah diduga sangat jauh dari standar mutu yang laek digunakan.dan lebih berbahaya lagi
Jika hasil BBM oplosan yang sangat merugikan masyarakat secara luas itu terindikasi menyuplai minyak menggunakan tangki milik pertamina persero tersebut ke SPBU yang telah berkoordinasi dengan jaringan ini.

Hingga berita ini ditunjang belum adanya konfirmasi terkait dugaan SPBU 24.354.124 Sidomulyo .(***)

Related posts
Tutup
Tutup