Komisi III DPR RI Desak Penegak Hukum Untuk Bongkar Tuntas , Dan Periksa Aset Kekayaan Milik Mafia BBM Evan Jika Terindikasi Didapat Dari Bisnis BBM Ilegal

 

Jakarta – Adanya dugaan penyalahgunaan bahan bakar minyak (BBM) subsidi jenis bio solar yang terjadi di tengah masyarakat melibatkan PT Sinar Jaya Selaras dan PT Evron Raflesia Energi yang diketahui dalang utamanya telah ditetapkan tersangka Evi alias Evan beserta Zulhardi warga Bengkulu yang saat ini telah menghilang , menarik perhatian Anggota Komisi III DPR RI Supriansa, dia menegaskan siapa pun pihak yang melindungi bisnis ilegal mafia BBM tersebut sebaiknya diproses hukum. Termasuk jika ada oknum aparat kepolisian, yang mencoba bermain di arena bisnis ilegal tersebut harus diproses hukum dengan tegas.

“Segera tangkap bos mafia atau dalang utamanya Evan dan adili jangan takut,” tegas Supriansa dalam keterangan tertulis , Senin (16/1/2023).

Maraknya dugaan penyalahgunaan solar subsidi tersebut terjadi di Bengkulu yang telah dibongkar Polda Bengkulu terendus kedua Perusahaan tersebut yang didalangi pengusaha Bengkulu memuat BBM ilegal dari BBM subsidi beberapa SPBU di wilayah Bengkulu dan Lampung untuk di kirim ke beberapa perusahaan industri .

“Oleh karena itu Politisi dari Fraksi Partai Golkar ini meminta kepada tiga Kepala instansi hukum dari Polda Bengkulu dan Kejati Bengkulu hingga KPK RI untuk segera turun tangan mengusut tuntas dugaan penyalahgunaan bahan bakar minyak (BBM) subsidi jenis bio solar dan melakukan penyelusuran beberapa aset aset kekayaan milik pelaku utama mafia tersebut yang terindikasi adanya pencucian uang selama menjalankan bisnis gelap pengalihan Bbm subsidi menjadi harga industri.

“Jika benar ada bisnis gelap penjualan solar subsidi secara ilegal ke Industri di wilayah Bengkulu dan sekitarnya, maka saya harap segera bongkar jaringan Efan itu. Tidak ada alasan membiarkan hal seperti itu terjadi. Ini tidak bisa dibiarkan terjadi di tengah tengah masyarakat. Karena selain merugikan negara juga berdampak kepada masyarakat yang membutuhkan tapi hilang di pasaran,” tegas Supriansa kepada media .

Diketahui , Kasus dugaan mafia Bahan Bakar Minyak (BBM) ilegal oleh PT. Sinar Jaya Selaras yang bebas beroperasi di Provinsi Bengkulu terus bergulir. Dua orang yang ditetapkan penyidik Ditreskrimsus Polda Bengkulu sebagai tersangka, yakni Bambang dan M. Agustin, segera disidangkan. Pasalnya, berkas perkaranya sudah dinyatakan lengkap atau P21 oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bengkulu.

Sementara itu, orang yang diduga menjadi aktor utama dalam perkara BBM ilegal tersebut juga sudah ditetapkan tersangka oleh penyidik Polda Bengkulu yakni Evi alias Evan selaku pemilik PT. Evron Rafflessia Energi dan PT Sinar Jaya Selaras. Tersangka selanjutnya yakni Zulhardi yang dipercaya tersangka Evi menjadi Direktur PT. Evron Rafflesia. Penetapan tersangka keduanya itu tertuang dalam Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) per tanggal 2 Agustus 2023 yang diterima Jaksa peneliti Kejati Bengkulu.

Kepala Seksi Kamnegtibum dan TPUL Kejati Bengkulu, Zainal Effendi, SH MH kepada RRI di ruang kerjanya, Senin (21/8/2023) menjelaskan, ditetapkannya Evi dan Zulhardi sebagai tersangka merupakan hasil pengembangan dari pemeriksaan terhadap tersangka Bambang dan M. Agustin.

“Pada saat kita menerima SPDP tersangka Bambang dan M. Agustin dalam perkaranya pasal yang disangkakan menggunakan BBM ilegal. Seiring berjalannya waktu sesuai dengan hasil penelitian berkas perkara terdapat pasal 55 turut serta, yakni melibatkan penampung. Kemudian, setelah itu penyidik mengembangkan dengan mengirimkan SPDP baru dengan tersangka Evi alias Evan dan Zulhardi,” jelas Zainal.

Zainal menerangkan, tersangka Evi alias Evan merupakan pemilik PT. Evron Rafflessia Energi dan PT. Sinar Jaya Selaras. “Kemudian nanti dalam hal mekanisme ataupun keterlibatan dengan barang bukti itu materi dalam berkas. Untuk saat ini, Evi dan Zulhardi sudah ditetapkan tersangka,” terang Zainal.(Red)

Related posts
Tutup
Tutup