Kades Kalisari Dilaporkan Polisi  Dugaan Pemalsuan Tanda Tangan dan Sporadik Palsu  : Masyarakat  Beberkan Banyak Dugaan Menipulasi Laporan Dana Desa Mencapai Ratusan Juta  

 

Natar(detiknews-id) – Kepala Desa (Kades), Kalisari  Kecamatan Natar , Kabupaten Lampung  Selatan,Sutikno dan kakaknya Jumiati  ,dilaporkan ke Polda Lampung atas dugaan pemalsuan tanda tangan dan pembuatan sporadik Palsu , dengan bukti laporan Polisi Nomor : LP/B/300/VII/2023 / SPKT POLDA LAMPUNG tanggal 19 Juli 2023 , pasal 263 KUHP dan atau Pasal 266 KUHP .

Mirisnya  adanya kades Kalisari Sutikno diduga menyalagunakan jabatan bersama kakaknya Jumiati tega memalsukan tanda tangan warganya untuk pengurusan sporadik  yang kemudian di gunakan ke BPN.

Dalam laporannya Sukadi mengatakan kakak yang Jumiati, menjual lahan milik orang tuanya. Lalu kemudian lolosnya pembuatan Sporadik yang kemudian digunakan ke BPN. Sementara dokumen yang dibuat adalah palsu, karena dirinya tidak pernah melakukan tanda tangan, apalagi menghibahkan tanah orang tuanya.hingga korban mengalami kerugian mencapai miliaran rupiah .

Sesuai laporan Korban, kasus bermula saat korban mengatahui objek tanah milik orang tuanya atas nama Kamari dikuasai oleh Abdul Rahman Malik. Abdul Rahman Malik mengaku membeli atau memperoleh tanah dari Jumati.

Modusnya adalah dengan dasar Surat yang digunakan berbentuk Surat Hibah yang diduga palsu. Pada surat hibah tersebut terdapat tandatangan korban tahun 2000. Padahal selama ini korban belum pernah menandatangani surat Hibah tersebut.

Lalu surat hibah yang palsu terebut digunakan oleh Jumiati untuk membuat surat sporadik dan berkoordinasi dengan Kades Sutikno. “Pada hal surat segel induk ada pada saya. Namun para terlapor mengaku surat segel ada di kantor Desa, dan dituliskan dalam kwitansi pembayaran tanah yang digunakan untuk menaikkan hak atas tanah,” kata Sukadi.

Sukadi mengaku menjadi geram ketika berkali-kali menemui Kades Sutikno dikantornya terkait penebitan surat Sporadik itu, namun selalu kesulitan bertemu Sutikno. Sehingga korban kemudian melaporkan kasus ke Polisi.

Selain Sukadi, dugaan modus pemalsuan surat dan sporadik yang diduga dilakukan oknum Kades Sutikno itu juga menimpa banyak warga lainnya. 

Polda Lampung menyebutkan kasus pemalsuan dokumen yang melibatkan Kepala Desa Kalisari itu kini sedang dilakukan penyelidikan. Ditreskrimum Polda Lampung masih melakukan upaya pendalaman dengan mengagendakan pemeriksaan saksi

“Informasi lain , selain dugaan pemalsuan tanda – tangan dan sporadik ,Kades Kalisari Sutikno dikabarkan banyak menipulasi Laporan Pertangung jawaban dan tidak transparan dalam mengelola angaran dana desa (DD) sejak tahun 2018 hingga 2022 yang nilainya mencapai Ratusan juta Rupiah .

Salah satu warga Kalisari jelaskan kepada detiknews-id .item – item yang menjadi buah bibir warganya ,tahun 2018 Pagu Anggaran Rp.1.056.724.073.

“Anggaran jalan rabat beton di dusun Banjar Sari III yang menelan anggaran di tahap I sebesar Rp.211.344.815 tahap 2 Rp .422.689.629 dan tahap 3 Rp 200.802.479 hingga anggaran BUMDES Tahun 2018 sebesar Rp.80.672.408 .hingga saat ini tidak tahu rimba nya dan masih banyak lagi anggaran dana desa yang tidak jelas kemana .tutupnya 

Pasca kades Kalisari Sutikno di laporkan ke Polda Lampung dan desas – desus warga terkait  dugaan penyelewengan dana desa kades Kalisari Sutikno Sulit ditemui hingga jarang hadir datang ke kantor Desa ,  berulang kali ditemui media detiknews-id  dikantor hingga di kediamannya kades Sutikno sulit ditemui .(Red)

Related posts
Tutup
Tutup